KOMPOSISI : Tiap SUPRAFENIDŽ supositoria mengandung, Ketoprofen 100 mg Tiap ml SUPRAFENIDŽ larutan injeksi mengandung, Ketoprofen 50 mg CARA KERJA OBAT : Ketoprofen adalah suatu anti inflamasi non steroid, yang termasuk dalam golongan AINS turunan dari asam propionat. Ketoprofen memiliki aktivitas anti inflamasi, anti piretik dan analgesik secara sentral dan perifer. Ketoprofen menghambat sintesa prostaglandin dengan cara menghambat ensim siklooksigenase. INDIKASI : - Rematik inflamasi kronis. - Rematik abartikuler. - Serangan Gout atau kondrokalsinosis. - Artritis akut dan poliartritis. - Skiatika dan nyeri pada pinggang bawah. - Eksaserbasi kongestif pada osteoartritis. - Mengatasi nyeri pasca persalinan dan tindakan pembedahan. KONTRA INDIKASI : - Penderita dengan riwayat reaksi hipersensitif terhadap Ketoprofen, Asetosal, AINS lainnya seperti serangan asma, atau reaksi alergi tipe lain. - Penderita gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat. - Penderita tukak lambung atau penyakit inflamasi akut pada saluran cerna. - Penderita dengan riwayat rektitis atau proktoragia (untuk sediaan supositoria). EFEK SAMPING : - Gangguan pada saluran cerna : gastralgia, nyeri perut, mual, muntah, diare, konstipasi. - Reaksi hipersensitivitas : kemerahan, urticaria, angioedema, serangan asma, bronkospasma, reaksi anafilaksis (termasuk syok). - Gangguan pada sistem saraf pusat dan perifer : pusing, parestesi dan konvulsi, sakit kepala, somnolence, gangguan emosi. - Gangguan pendengaran : tinitus. - Gangguan pada darah : trombositopenia, anemia yang umumnya karena perdarahan kronis, agranulositosis, aplasia sumsum tulang. - Over dosis : Efek samping yang diamati pada keadaan overdosis adalah : hipertensi, bronkospasme dan hemoragi gastrointestinal. Pada kejadian ini dapat diberikan terapi simtomatik dan suportif. Reaksi anafilaksis berat dan fatal pernah dilaporkan meskipun jarang. PERINGATAN DAN PERHATIAN : - Hati-hati diberikan pada penderita dengan riwayat tukak lambung atau penyakit inflamasi akut pada saluran cerna. - Pada pasien dengan pemeriksaan fungsi hati abnormal, atau dengan riwayat penyakit hati, kadar transaminase harus dinilai secara berkala terutama pada pengobatan jangka panjang. Pernah dilaporkan adanya ikterus dan hepatitis karena ketoprofen walaupun jarang. - Bila terjadi gangguan penglihatan misalnya penglihatan kabur maka pengobatan harus dihentikan. - Tidak dianjurkan diberikan pada wanita hamil dan menyusui. INTERAKSI OBAT : - Dengan AINS lain, termasuk salisilat dosis tinggi : dapat meningkatkan risiko tukak lambung dan perdarahan. - Antikoagulan oral, heparin parenteral, dan tiklopidin : meningkatkan risiko perdarahan yang disebabkan penghambatan agregasi trombosit. - Litium : risiko peningkatan kadar litium dalam plasma, kadang-kadang mendekati kadar toksis, karena penurunan ekskresi litium melalui ginjal. - Metotreksat dengan dosis lebih dari 15 mg/minggu : peningkatan risiko toksisitas darah dari metotreksat terutama pada pemberian dosis tinggi (> 15 mg / minggu), sehubungan dengan penggantian metotreksat yang terikat dengan protein dan penurunan klirens ginjal. DOSIS : SUPRAFENIDŽ Supositoria : - Bila tidak dikombinasikan dengan pemberian per-oral, dosis lazim adalah 2 x 1 supositoria perhari, dimasukkan ke dalam rektum. - Bila dikombinasikan dengan pemberian per-oral pada waktu pagi dan siang, dosis lazim adalah 1 supositoria dimasukkan ke dalam rektum pada malam hari. SUPRAFENIDŽ Injeksi i.m. : 100 mg/hari (1 ampul), disuntikkan secara intra muskular dalam, tetapi pada kasus yang berat dapat dinaikkan menjadi 200 mg (2 ampul). Pengobatan secara parenteral biasanya 5 sampai dengan 10 hari dilanjutkan pemberian oral atau supositoria. KEMASAN : SUPRAFENIDŽ Supositoria Dus isi 10 supositoria No. Reg : DKL 0315616553 A1 |