|
KOMPOSISI
:
Tiap vial EFOTAX 500 mg mengandung,
Cefotaxime Sodium setara dengan Cefotaxime............... 500
mg
Tiap ampul mengandung,
Air steril untuk injeksi........................................................
2 ml
Tiap vial EFOTAX 1 g mengandung,
Cefotaxime Sodium setara dengan Cefotaxime............... 1
g
Tiap ampul mengandung,
Air steril untuk injeksi........................................................
4 ml
CARA KERJA OBAT :
Cefotaxime merupakan antibiotik sefalosporin generasi ketiga
yang mempunyai khasiat bakterisidal dan bekerja dengan menghambat
sintesis dinding sel bakteri. Cefotaxime sangat stabil terhadap
hidrolisis beta laktamase dan aktivitas spektrumnya lebih luas.
Aktivitasnya lebih besar terhadap bakteri gram negatif sedangkan
aktivitas terhadap bakteri gram positif lebih kecil, tetapi
beberapa streptococci sangat sensitif terhadap Cefotaxime.
Metabolit aktif desacetylcefotaxime memperbesar aktivitas antibakteri
dan mempunyai waktu paruh yang sedikit lebih panjang.
INDIKASI :
Infeksi berat yang disebabkan oleh organisme yang sensitif terhadap
Cefotaxime seperti :
- Infeksi saluran pernafasan termasuk hidung dan tenggorokan.
- Infeksi pada telinga
- Infeksi saluran urin
- Infeksi kulit dan jaringan lunak
- Infeksi tulang dan sendi
- Infeksi organ genital, termasuk gonorrhea yang tidak terkomplikasi
- Infeksi abdominal
- Sepsis, endocarditis, meningitis, profilaksis perioperatif
pada pasien dengan peningkatan risiko terhadap infeksi dan profilaksis
terhadap infeksi pada pasien dengan mekanisme imunitas menurun.
KONTRA INDIKASI :
Penderita yang hipersensitif terhadap golongan sefalosporin.
EFEK SAMPING :
Efek samping yang sering dilaporkan adalah :
- Lokal : radang pada tempat suntikan, sakit, indurasi dan tenderness,
demam, eosinofilia, urtikaria, anafilaksis.
- Gastrointestinal : colitis, diare, mual, muntah, gejala pseudo-membran
colitis.
Efek samping lain yang dilaporkan adalah sebagai berikut :
- Sistem hematologi : neutropenia, leukopenia yang bersifat
sementara, eosinofilia, trombositopenia dan agranulositosis,
haemolitic anemia.
- Sistem genitourinary : moniliasis, vaginitis.
- SSP : sakit kepala
- Hati : kenaikan sementara SGOT, SGPT, serum LDH dan serum
alkaline phosphatase.
- Ginjal : interstitial nephritis dan kenaikan sementara nilai
BUN.
PERINGATAN DAN PERHATIAN :
- Tidak dianjurkan penggunaan pada penderita yang mempunyai
riwayat alergi terhadap penisilin.
- Kemungkinan terjadi superinfeksi lebih besar.
- Pseudomembran colitis telah dilaporkan pada pemakaian sefalosporin
(dan antibiotik spektrum luas lainnya).
Diagnosa perlu dipertimbangkan kembali bila terjadi diare karena
penggunaan antibiotik tersebut.
- Pengobatan dengan antibiotik spektrum luas dapat mengubah
flora normal dari usus dan menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan
dari Clostridia. Toxin yang dihasilkan Clostridium difficile
merupakan penyebab colitis. Untuk kasus colitis ringan biasanya
pengobatan dihentikan. Jika colitis tidak sembuh setelah penghentian
pengobatan atau bertambah parah berikan vancomycin oral untuk
obat pilihan colitis yang disebabkan oleh antibiotik.
- Hati-hati pemberian pada penderita dengan riwayat penyakit
gastrointestinal khususnya colitis.
- Hati-hati pemberian dengan gangguan ginjal.
- Penggunaan pada wanita hamil hanya bila benar-benar diperlukan.
- Hati-hati pemberian pada wanita menyusui karena Cefotaxime
diekskresi melalui air susu ibu.
- Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan yang
berlebihan dari organisme yang tidak peka. Bila timbul superinfeksi
selama pengobatan, hentikan pemberian dan ganti dengan pengobatan
yang sesuai.
INTERAKSI OBAT :
Pemberian bersama dengan Probenecid menyebabkan konsentrasi
plasma Cefotaxime dan metabolit desacetyl menjadi lebih tinggi
dan bertahan lebih lama.
ATURAN PAKAI :
Dewasa dan anak-anak > 12 tahun : 1 g tiap 12 jam.
- Untuk infeksi berat dosis sehari dapat dinaikkan sampai 12
g. Bila dosis sehari 4 g dapat diberikan dalam 2 dosis terbagi
tiap 12 jam.
Bila dosis yang lebih besar dibutuhkan, interval pemberian obat
dapat diperpendek menjadi setiap 6 atau 8 jam.
Dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut :
- Untuk profilaksis perioperatif : 1 - 2 g, 30 - 60 menit sebelum
operasi i.m. atau i.v.
- Dosis untuk pasien dengan gangguan ginjal.
Bila klirens kreatinin < 5 ml/menit, dosis pemeliharaan perlu
dikurangi sampai separuh dosis normal. Dosis awal tergantung
dari sensitivitas bakteri dan beratnya infeksi.
- Pengobatan diteruskan minimal 48 - 72 jam setelah gejala hilang
atau tercapai dan nyata pembasmian kuman.
- Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan Streptococci b-haemolitic
grup A lama pengobatan minimal 10 hari untuk mencegah risiko
rheumatic fever atau glomerulonephritis ; untuk infeksi kronik
saluran kemih dibutuhkan uji klinik dan bakteriologi selama
pengobatan dan lama pengobatan mungkin dibutuhkan sampai 1 bulan.
Untuk infeksi yang persisten dibutuhkan pengobatan beberapa
minggu.
Anak-anak < 12 tahun :
50 - 100 mg/kg BB/hari dibagi 2 - 4 x pemberian, jika perlu
200 mg/kg BB/hari dibagi 3 - 4 x pemberian.
Neonatus : 50 mg/kg BB/hari, dalam 2 dosis terbagi.
PETUNJUK PEMAKAIAN :
Larutan Natrium bikarbonat tidak boleh dicampur dengan EFOTAX.
Larutan harus dipakai segera setelah disiapkan. Jika disimpan
pada lemari es, larutan EFOTAX stabil sampai 24 jam.
Warna larutan berkisar antara agak kekuning-kuningan dan kuning
muda tergantung kadar dan lamanya penyimpanan, keadaan ini tidak
mempengaruhi efektivitas bahan aktif obat tersebut.
EFOTAX 500 mg : Pemberian secara i.v. atau i.m.
EFOTAX 500 mg dilarutkan dalam 2 ml “air steril untuk
injeksi”.
Untuk i.v. : diberikan melalui suntikan baik secara langsung
pada vena atau pada bagian distal dari tabung infus selama 3
- 5 menit.
Untuk i.m. : diberikan melalui suntikan pada otot gluteal yang
dalam. Dianjurkan suntikan tidak lebih dari 2 ml pada tiap sisi.
Dianjurkan pemakaian secara i.v., jika dosis sehari melebihi
100 mg/kg BB atau jika EFOTAX 500 mg disuntikkan lebih dari
2 kali sehari.
EFOTAX 1 g : Pemberian secara i.v. atau i.m.
EFOTAX 1 g dilarutkan dalam 4 ml “air steril untuk injeksi”.
Untuk i.v. : diberikan melalui suntikan baik secara langsung
pada vena atau pada bagian distal dari tabung infus selama 3
- 5 menit.
Untuk i.m. : diberikan melalui suntikan pada otot gluteal yang
dalam. Dianjurkan suntikan tidak lebih dari 4 ml pada tiap sisi.
Nyeri dari suntikan dapat dihindari dengan melarutkan EFOTAX
1 g dalam 4 ml larutan Lignocaine 1 %.
Dianjurkan pemakaian secara i.v., jika dosis sehari melebihi
2 g atau jika EFOTAX 1 g disuntikkan lebih dari 2 kali sehari.
Infus i.v. : 2 vial EFOTAX 1 g dilarutkan dalam 40 ml “air
steril untuk injeksi” atau 100 ml cairan infus seperti
larutan NaCl 0,9% atau Dekstrosa 5%.
Larutan yang sudah disiapkan sebaiknya diinfuskan selama 20
- 60 menit.
KEMASAN :
EFOTAX 500 mg
Dus, 1 vial @ 500 mg & 1 ampul @ 2 ml air steril untuk injeksi
No. Reg. : DKL 9915613744 A1
EFOTAX 1 g
Dus, 1 vial @ 1 g & 1 ampul @ 4 ml air steril untuk injeksi
No. Reg. : DKL 9915613744 B1
Simpan dalam wadah tertutup rapat, pada suhu kamar dibawah
suhu 25º C dan terlindung dari cahaya
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
ENGLISH
VERSION
COMPOSITION:
- EFOTAX 500 mg injection, each vial contains:
Cefotaxime sodium equivalent to cefotaxime 500 mg
- EFOTAX 1 g injection, each vial contains:
Cefotaxime sodium equivalent to cefotaxime 1 g
MECHANISM OF ACTION:
EFOTAX (Cefotaxime) is an antibiotic of the third generation
cephalosporin group and has bactericidal effect which inhibits
synthesis in bacterial cell wall. Cefotaxime is very stable
from beta-lactamases hydrolysis and has wider spectrum.
Its antibacterial activity against gram-negative is many times
stronger than gram-positive bacteria. Desacetylcefotaxime the
active metabolite enhance the antibacterial activity and has
longer half time.
INDICATIONS:
Severe infections caused by cefotaxime-sensitive pathogens:
- Respiratory tract infections, including nose and throat
- Ear infections
- Urinary tract infections
- Skin and soft tissues infections
- Bones and joint infections
- Genital organs, including uncomplicated gonorrhoea
- Abdominal infections
- Sepsis, endocarditis, meningitis, for peri-operative prophylaxis
in patients who are at increased risk from infection and for
the prophylaxis of infections in patients with reduced resistance.
CONTRA-INDICATIONS:
- Patients hypersensitive to cephalosporins.
PRECAUTIONS AND WARNINGS:
- In patients hypersensitive to penicillins, the possibility
of cross-sensitivity exists.
- The possibility of pseudo-membranous colitis should be considered
in patients in whom severe, persistent diarrhoea occurs during
treatment.
- Use with caution in patients with a history of gastro-intestinal
disease, particularly colitis and in patients with renal function
impairment.
- Efotax should be used during pregnancy only if absolutely
needed.
- Efotax should be used with caution in nursing mothers.
- Prolonged treatment may cause an overgrowth of non-susceptible
micro-organisms. If super-infection occurs, appropriate therapy
must be implemented.
ADVERSE REACTIONS:
The most frequent are local reactions following IM or IV injection.
- Local: phlebitis, pain, induration and tenderness at the site
of injection.
- Fever, urticaria, anaphylaxis.
- Gastro-intestinal: colitis, diarrhoea, nausea, vomiting)
- Less frequent adverse reactions include transient leucopenia,
eosinophilia, neutropenia, thrombocytopenia, agranulocytosis
and haemolytic anaemia.
- Genitourinary system: moniliasis, vaginitis.
- CNS: headache
- Liver: transient elevations in SGOT, SGPT, serum alkaline
phosphatase and LDH.
- Renal: interstitial nephritis and transient elevation in BUN.
DRUG INTERACTIONS:
Concurrent administration with probenecid can increase the plasma
concentration of cefotaxime and desacetyl metabolit.
DOSAGE AND ADMINISTRATION:
Adults and children >12 years: 1 g every 12 hours.
- For severe infections the daily dosage can be increased to
12 g. If the daily dosage is 4 g give in two divided
dosage 12 hourly. If higher dosage is needed, the interval can
be shorter to 6 or 8 hourly.

- Peri-operative prophylaxis: 1-2 g, 30-60 minutes before operation
(IM or IV)
- Impaired renal function: creatinine clearance <5 ml/min,
the maintenance dose should be decreased until ½ the
normal dose. Started dose should be determined by susceptibility
of the causative organisms.
- Continue therapy for at least 48-72 hours after the symptom
has been or after evidence of bacterial eradication.
- In infections caused by Group A ?-hemolytic streptococci,
a minimum therapy is 10 days to protect the risk of rheumatoid
fever or glomerulonephritis.
Children <12 years: 100-150 mg/kg/day, in 2-4 divided doses.
The dosage can be increased to 200 mg/kg/day if needed.
Neonates: 50 mg/kg/day, can be increased to 150-200 mg/kg/day.
ADMINISTRATION:
Efotax can not be diluted in Sodium bicarbonate solution. Efotax
solution retain satisfactory potency for 24 hours in the refrigerator.
Some increase in colour of prepared solutions may occur on storage.
However, in the recommended storage condition, this does not
indicate change in potency or safety.
EFOTAX 500 mg
For IV injection
Dissolve Efotax 500 mg in 2 ml water for injection, the previous
solution should be injected slowly (over a period of 3-5 min).
For IM injection
Dissolve Efotax 500 mg in 2 ml water for injection. Injected
deep into the gluteus muscle. It advisable not to inject >2
ml into either side. If the daily dose exceeds 100 mg/kg or
Efotax 500 mg injected more than 2 times daily, IV injection
is preferred.
EFOTAX 1 g
For IV injection
Dissolve Efotax 1 g in 4 ml water for injection, the previous
solution should be injected slowly (over a period of 3-5 min).
For IM injection
Dissolve Efotax 1 g in 4 ml water for injection. Injected deep
into the gluteus muscle. It advisable not to inject >4 ml
into either side. The pain of injection can be avoided by dissolving
Efotax in 1% lignocaine solution.
If the daily dose exceeds 2 g or Efotax 1 g injected more than
2 times daily, IV injection is preferred.
For IV infusion
Dissolve 2 vial Efotax 1 g in 40 ml water for injection, or
in 100 ml the following infusion fluids: Sodium chloride
0,9%, Dextrose 5%. The prepared solution should be infused
over 20-60 minutes.
PRESENTATIONS:
EFOTAX 500 mg : box, 1 vial @ 500 mg & 1 ampoule @ 2 ml
sterile water for injection.
EFOTAX 1 g : box, 1 vial @ 1 g & 1 ampoule @ 4 ml sterile
water for injection.
STORAGE:
Store below 30?C. Protect from light.
|